Rabu, 07 April 2010

penyalahgunaan undian berhadiah

Undian berhadiah sering kali dilakukan atau diadakan disetiap event. Undian berhadiah sebenarnya dilakukan hanya untuk menarik para konsumen supaya memakai atau membeli produk yang ditawarkan. Banyak tawaran-tawaran menarik yang dilakukan sekedar untuk promosi. Hadiah-hadiah yang ditawarkan pun sangat menarik para konsumen sehingga konsumen mudah tergiur. Tetapi akhir-akhir ini banyak yang salah mengartikan undian berhadiah. Banyak pihak-pihak yang menipu tentang adanya undian berhadiah. Seharusnya cara tersebut tidak boleh dilakukan, dikarenakan banyak yang menyangkan atau menyesali. Para pemberi hadiah seharusnya sebisa mungkin untuk jujur, tidak menipu seperti itu. Sehingga para konsumen nantinya akan percaya dan dapat menggunakan atau membeli lagi produk yang ditawarkan tersebut.

Minggu, 07 Maret 2010

PENALARAN MAHASISWA TERHADAP KASUS PEMBAJAKAN INDUSTRI MUSIk


Aksi pembajakan musik dan lagu di Indonesia sampai kini tetap marak. Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (Pappri) menyebutkan penjualan lagu bajakan tahun 2008 sekitar 550 juta kaset dan CD yang menimbulkan kerugian negara Rp1,2 triliun dari pajaknya, kerugian artis dan produser Rp2,7 triliun.

Jumlah ini naik dibanding tahun 2007 sekitar 500 juta keping CD, dan kaset yang menimbulkan kerugian negara Rp1 triliun dari pajaknya, kerugian artis dan produser mencapai Rp2,5 triliun.

Kondisi ini akibat lemahnya law enforcement terhadap pelaku pembajakan.
Seharusnya, pemerintah melindungi para pecinta lagu, artis penyanyi sampai produser rekaman dari cengkraman pembajak musik dan lagu yang seenaknya membajak tanpa punya beban hanya mencari keuntungan semata.

Mengingat saat ini pertumbuhan industri musik Indonesia sangat menggembirakan, yang sewajarnya mendapat perlindungan dari ulah para pembajak.


Dan masyarakat selaku penikmat music harus sadar untuk tidak membeli barang bajakan. "Ini benteng terakhir agar peredaran kaset dan CD lagu bajakan tidak bertambah banyak. Memang langkah ini sangat susah dan dibutuhkan kesadaran yang tinggi untuk tidak membelinya.


Seharusnya para penegak hukum dan pemerintah memperhatikan masalah ini. Mengingat jika dibiarkan terus, akan membuat musik Indonesia bakal punah 10 atau 20 tahun mendatang. Pemerintah akan mengalami kerugian yang cukup besar karena pajak yang diterima pasti berkurang.

http://www.kabarbisnis.com/umum/hukum/285200-Pembajakan_musik_rugikan_negara_Rp1_2_triliun.html

Minggu, 28 Februari 2010

aturan dalam model data rasional

Model basis data relasional

Model basis data relasional (relational database model atau RDBMS) sering juga disebut sebagai model relasional. Model basis data ini mulai diperkenalkan pertama kali oleh E.F Codd pada tahun 1970. model basis data menunjukan suatu cara atau mekanisme yang digunakan untuk mengelola atau mengorganisasi data secara fisik dalam memori sekunder yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokan dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam system yang sedang ditinjau.

Dalam model basis data relasional terdapat beberapa aturan-aturan atau istilah yang digunakan, salah satunya adalah Refential Integrity

Refential Integrity

Refential Integrity adalah aturan aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu, tabel tabel yang ada dalam basis data relational untuk menjaga konsistensi data. Tujuannya adalah untuk menjamin agar elemen dalam suatu tabel menunjuk sesuatu pengenal milik pada suatu tabel lain yang benar benar menunjuk ke suatu nilai yang memang ada.


· berikut Istilah dalam aturan Relational Integrity (Relational Integrity Rules)

1. Null

Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut

2. Entity Integrity

Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.



3. Referential Integrity

Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.



Sumber :

http://ebook-free-downloads.com/ebook-doc-free-doc-download-relasional.htm
http://www.mann.web.id/cetak.php?id=2

http://74.125.153.132/search?q=cache:FFySC_zWfdIJ:blog.uad.ac.id/waskito/files/2009/07/bab-iii.doc+Refential+Integrity+Refential+Integrity+adalah+aturan+aturan+yang+mengatur+hubungan+a&cd=5&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

Data Dictionary (DD) atau Kamus Data

 
 3.1 Pengertian
Kamus data atau systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data 
dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. 
Dengan DD analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem 
dengan lengkap. Pada tahap analisis sistem, DD digunakan sebagai alat 
komunikasi antara analis sitem dengan pemakai sistem tentang data yang 
mengalir ke sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang 
informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan 
sistem, DD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan 
database. DD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD (Data Flow 
Diagram). Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama 
arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu 
arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di DD. 
Gambar berikut menunjukkan hubungan antara DFD dengan DD.
 
Gambar 3.1 : Hubungan antara Data Flow Diagram (DFD) dengan 
Data Dictionary (DD).
 
 
DD tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya DFD. DD berfungsi 
membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detil, dan 
mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara 
presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian 
yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. 
DD mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.
2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, 
   misalnya alamat diuraikan menjadi kota, kodepos, propinsi, dan negara.
3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan 
   aliran.
5. Mendeskripsikan hubungan detil antara penyimpanan yang akan menjadi 
   titik perhatian dalam entity relationship diagram.
 

3.2 Isi DD.

 
Data dictionary harus dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang 
data yang dicatatnya. Untuk maksud keperluan ini, maka DD harus memuat 
hal-hal berikut :
a. Nama arus data.
   Karena DD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka 
   nama dari arus data juga harus dicatat di DD, sehingga mereka yang 
   membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus 
   data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di DD.
b. Alias.
   Alias atan nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. 
   Alias perlu ditulis karena data ayang sama mempunyai nama yang berbeda 
   untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya, misalnnya bagian 
   pembuat faktur dan langganan menyebut bukti penjualan sebagai faktur, 
   sedang bagian gudang menyebutnya sebagai tembusan permintaan persediaan. 
   Baik faktur dan tembusan permintaan persediaan ini mempunyai struktur 
   data yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.
c. Bentuk data.
   Bentuk data perlu dicatat di DD, karena dapat digunakan untuk 
   mengelompokkan DD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. 
   · DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen dasar atau 
     formulir akan digunakan untuk merancang bentuk input sistem. 
   · DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk laporan tercetak 
     dan dokumen hasil cetakan komputer akan digunakan untuk merancang 
     output yang akan dihasilkan oleh sistem. 
   · DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk tampilan dilayar 
     monitor akan digunakan untuk merancang tampilan layar yang akan 
     dihasilkan oleh sistem. 
   · DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk parameter dan 
     variabel akan digunakan untuk merancang proses dari program. 
   · DD yang mencatat data yang mengalir dalam bentuk dokumen, formulir, 
     laporan, dokumen cetakan komputer, tampilan di layar monitor, 
     variabel dan field akan digunakan untuk merancang database.
d. Arus data.
   Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan 
   menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di DD supaya memudahkan 
   mencari arus data ini di DFD.
e. Penjelasan.
   Untuk tidak memperjleas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat 
   di DD, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan 
   tentang arus data tersebut. Sebagai misalnya nama dari arus data adalah 
   tembusan permintaaan persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai 
   tembusan dari faktur penjualan untuk meminta barang dari gudang.
f. Periode.
   Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu 
   dicatat di DD karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan 
   input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus 
   dilakukakan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.
g. Volume.
   Volume yang perlu dicatat di DD adalah tentang volumen rata-rata dan 
   volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya 
   rata-rata arus data yang mengalir dalam suatu periode tertentu dan 
   volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak, Volume ini digunakan 
   untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan, 
   kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.
h. Struktur data.
   Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di DD terdiri dari 
   item-item apa saja.
 
 
 

3.3 Simbol DD

 
Kebanyakan sistem, kadang-kadang elemen data terlalu kompleks untuk 
didefinisikan. Kekomplekkan tersebut seharusnya diuraikan melalui sejumlah 
elemen data yang lebih sederhana. Kemudian elemen data yang lebih sederhana 
tersebut didefinisikan kembali hingga nilai dan satuan relevan dan 
elementer. Pendefinisian tersebut menggunakan notasi yang umum digunakan 
dalam menganalisa sistem dengan menggunakan sejumlah simbol, seperti 
berikut :
 
 

No

Simbol

Uraian

1

=

Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya

2

+

Dan

3

()

Opsional (boleh ada atau boleh tidak ada)

4

{}

Pengulangan

5

[ ]

Memilih salah satu dari sejumlah alternatif, seleksi

6

**

Komentar

7

@

Identifikasi atribut kunci

8

|

Pemisah sejumlah alternatif pilihan antara simbol [ ]

 
Tabel 3.1 : Simbol Data Dictionary
Sumber : Pengantar Perancangan Sistem, Husni Iskandar Pohan, dkk.
 
 
Sebagai contoh atribut NAMA, yang apabila dirincikan akan memiliki sejumlah 
atribut pendukung, yaitu : gelar, nama_awal (first_name), nama_tengah 
(middle_name), nama akhir (last_name).
 
Nama  = Gelar + Nama_awal + Nama_tengah + Nama_akhir .
a. Gelar       = | Tuan | Nyonya | Nona | Doktor | Profesor
   Nama_awal   = karakter_valid
   Nama_awal   = karakter_valid
   Nama_tengah  = karakter_valid
   Nama_akhir  = karakter_valid
   Karakter_valid      = [ A-Z | a-z | 0-9 | ' | - | | ]
 
Untuk melengkapi definis elemen data ada sejumlah hal yang perlu 
diperhatikan, yaitu :
a. Kejelasan arti elemen data dalam konteks aplikasi yang biasanya 
   dideskripsikan sebagai komentar dengan notasi **.
b. Komposisi elemen data, jika masih dapat diuraikan lagi.
c. Nilai dan satuan elemen data, jika sudah tidak dapat diuraikan lagi.
 
Sebagai contoh, dalam pembangunan medical system yang menyimpan data pasien, 
dapat didefinisikan data berat dan tinggi dengan cara sebagai berikut ;
a. Berat           = * berat pasien ketika mendaftar di rumah sakit
                     * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *
b. Tinggi          = * tinggi pasien ketika mendaftar di rumah sakit
                     * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *
c. Tinggi_sekarang = * satuan : sentimeter ; rentang : 1-200 *
d. Berat_sekarang  = * satuan : kilogram ; rentang : 1-200 *
e. Tanggal_lahir   = * satuan : hari sejak 1 Jan 1900 ;  rentang 36500 *
f. Jenis_kelamin   = * nilai : [  P | W ] *
 
Elemen data opsional didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat digunakan 
atau tidak perlu digunakan sebagai pilihan dari sejumlah alternatif. 
Masalah alternatif pilihan merupakan hal penting, karena pemakai harus 
diyakinkan bahwa semua kemungkinan yang ada sudah tercakup.          
Pemakai akan kewalahan jika harus membaca seluruh DD, item demi item 
untuk mengecek kebenaran DD tersebut. Ada sejumlah cara untuk mengecek 
kelengkapan, konsistensi, dan kontradiksi melalui testing dengan sejumlah 
pertanyaan seperti berikut :
a. Apakah semua aliran dalam DFD sudah didefinisikan dalam DD ?.
b. Apakah semua komponen elemen data sudah didefinisikan ?.
c. Adakah elemen data yang didefinisikan lebih dari satu kali ?.
d. Apakah semua notasi yang digunakan pada DD sudah dikoreksi ?.
e. Adalah elemen data dalam DD tidak menjelaskan sesuatu dalam DFD 
   (Data Flow Diagram) atau ER (Entity Relationship).
Membangun DD adalah salah satu dari sejumlah aspek analisa yang paling 
banyak menghabiskan waktu. Tetapi DD merupakah salah satu aspek terpenting, 
tanpa DD yang mendefinisikan semua terminologi maka presisi sistem akan 
menjadi harapan kosong belaka. Contoh :
 
Gambar 3.2 : Formulir untuk identifikasi nama tarian.
 
 
Nama_tarian = kode_tarian + nama_tarian + asal_tarian + lama_tarian + deskripsi_tarian.
a. @Kode_tarian : kategori_tari + no_urut_tari
   a.1. kategori_tari : 1{karakter}2  => [ | A | B | .. | Z | ] 
   a.2. no_urut_tari  : 1{numerik}2   => [ | 000 | 001 | ... | 999 | ]
b. Nama_tarian        : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ]
c. Asal_tarian        : 1{karakter}15 => [ | A | B | .. | Z | ] 
d. Lama_tarian       : jam + menit
   d.1. jam           : 1{numerik}1   => [ |  0 |  1 | .. | 9 | ] 
   d.2. menit        : 1{numerik}2   => [ |  00 |  01 | .. | 60 | ] 
e. Deskripsi_tarian   : 1{karakter}20 => [ | A | B | .. | Z | ] 
 
Gambar 3.3 : Formulir pendaftaraan siswa.
 
 
Tanggal : Tgl_hari + bulan + tahun
a. Tgl_hari   : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 31 | ]
b. Bulan      : 1{numerik}2  => [ | 01 | 02 | .. | 12 | ]
                                01 = "Januari"
                                02 = "Februari"
                                ---
                                12 = "Desember"
c. Tahun      : 1{numerik}4  => [ | 1900 | 1901 | 1902 | .. | 2999 | ]
 
 

Daftar Pustaka

 
 
1. HM, Jogiyanto, Analysis and Disain Sistem Informasi (Pendekatan
   terstruktur), Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 1995.
2. Martin, Merle P., Analysis and Design of Business Information System, 
   Macmillan Publishing Company, New York, 1991.
3. Pohan, Husni Iskandar, Pengantar Perancangan Sistem